Wednesday, September 21, 2011

Semoga terkabul, amin!

Aduh. Hari ini saya mendadak lunglai. Saya patah hati. Saya ditipu. Rabu dinihari terasa begitu kelabu. Bahkan saya tidak sanggup menangis demi meringankan pilu.

Dua tidak lagi menjadi satu kini. Sekarang kami masing-masing. Terjadi sudah. Sebuah ledakan keputusan. Entah emosi atau tidak saya tidak peduli lagi. Yang saya tahu hati saya remuk berantakan, kekecewaan yang sangat. Semua kebohongan dia membuat saya ingin muntah.

Mulut saya seperti telah siap mencaci. Siap sekali!

Setan alas! Nah.

Detik ini saya berdoa, semoga satu saat dia bisa paham rasanya rasaku kini.

Semoga terkabul. Amin!


21 September 2011 / Rabu

Hari ini kamu berhasil mematahkan hati saya

No comments:

Post a Comment