Hari ini saya menghabiskan waktu di depan laptop, bekerja, main games facebook, twitteran dan yang terakhir adalah kegiatan baru, blog walking. Sore tadi berdasarkan rekomendasi teman saya, saya ‘berkunjung’ ke beberapa blog. Mampirlah saya dan mengintip apa menu yang tersaji disana. Ternyata? Banyak sekali hal baru dan pembelajaran yang saya dapatkan. Saya senang sekali.
Dari beberapa tulisan dan foto-foto yang saya nikmati di blog mereka itu memberikan semacam pencerahan buat saya. Bahwa sebenarnya banyak kok dalam hidup ini yang bisa kita cermati, nikmati, tulis, cintai, dan lain-lain. Dan saya tadi sampai berpikir, betapa tidak pekanya saya sebagai manusia? Saya kurang memakai hati saya untuk ‘melihat’ apa yang terjadi di sekeliling saya. Saya kurang menikmati hidup. Saya kurang bersyukur. Saya terlalu banyak mengeluh.
Mengapa saya tidak bisa melihat embun di daun? Mengapa saya tidak bisa menikmati duduk tenang dan berkhayal? Mengapa saya tidak bisa mencerna musik metal? Mengapa saya belum menemukan rumus teh sesuai dengan kesukaan saya? Dan mengapa-mengapa yang lain.
Makin kesini saya jadi semakin membenarkan pendapat ibu saya tentang diri saya. Beliau bilang saya itu kaku. Keras. Terlalu bertahan dengan aturan diri sendiri. Harusnya saya bisa lebih lentur pada kenyataan yang ada dalam hidup saya.
Saya kagum sekali sama orang-orang yang menulis diblog itu. Mereka bisa mencerna hidup begitu indah dan sederhana. Cara mereka mencintai kata-kata dan pemandangan yang ditangkap dengan hati itu begitu memukau saya. Semua mereka rangkum dalam satu halaman blog dan foto2 yang begitu menarik. Mereka memiliki mata khusus nampaknya.
Mengapa saya tidak bisa melakukan hal yang sama?
Menikmati hidup?
Dan mencintai diri saya sendiri. Dengan segala lebih dan kurangnya.
Saya sadar sesuatu, acceptance level saya masih rendah. Perlu saya tingkatkan.
Saya harus belajar banyak bersyukur akan hidup saya.
Sepertinya saya perlu keluar dari ‘kotak’ saya dulu dan melihat diri saya dari luar. Supaya saya bisa lebih jelas menganalisa dan kembali intropeksi diri.
Inilah adalah saat memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Saya sempat tertegun dengan beberapa kutipan mereka.
Ini saya berikan contoh:
Setia lebih dari sekedar perkawinan
Saya misterius, seperti bau hujan
Komitmen bukan untuk dipikirin, tapi untuk dijalanin
Kini saya tiba pada sebuah kesimpulan, kalau kita mau belajar peka sedikit saja dengan apa yang ada disekeliling kita, dan bersyukur atasnya, kita jadi lebih bisa menghargai hidup. Sekalipun akan suara dengung kodok disawah.
Saya ingin sekali berada dititik itu. Ingin sekali.
12 September 2011 / Senin
Tulisan ini selesai Pk. 22.31 WIB. Ditemani serentetan lagu dan sebuah kesadaran baru. Saya bersyukur untuk hari ini. Alhamdullilah.
No comments:
Post a Comment