Berpikir tentang kematian, membuat saya takut. Seperti apa rupanya nanti? Rasanya nanti? Rupaku nanti? Rasaku nanti.
Berpikir tentang kematian, membuat saya ingin terus bersamaan dengan kekasih saya. Tidak ingin berhenti bilang “sayang”. Saya takut tidak ada waktu banyak.
Berpikir tentang kematian, membuat saya ingin pulang dan meringkuk dalam pelukan ibunda. Apa rasanya jika aku tidak bisa merasakan keseluruhan beliau lagi?
Berpikir tentang kematian, membuat saya ingin mengumpulkan kembali koleksi foto-foto mulai saya lahir hingga detik ini saya disini. Pasti akan menjadi sebuah dokumentasi yang panjang. Karena hidup saya rumit.
Berpikir tentang kematian, membuat saya ingin berdoa banyak dan memohon sama Tuhan, “Jangan ambil saya sekarang. Karena saya belum banyak mengabdi kepadaNya dan kehidupan”
Berpikir tentang kematian, membuat saya merasakan sesak dan basah di wajah. Dimana saya harus taruh keranjang cinta dan harapan saya?
Apakah boleh saya bawa kesana Tuhan?
Saya ingin tetap merasakan kehangatan dari cinta dan harapan.
Minggu, 16 Oktober 2011
Kuricang di sore hari. Beberapa tetes air mata dan teh manis hangat.
No comments:
Post a Comment